Monday, September 06, 2004

Who want to be inferior?

Mesti dimulai dari mana ya? Inferior artinya kan tidak superior? Kira-kira enakan mana: inferior apa superior? Hampir dalam beberapa hal, US mungkin lebih superior dibandingkan dengan negara lain. Jadi superior lebih dekat konotasinya ke: Hebat, bagus, besar (dalam ukuran tertentu -- ya ngga Pemmy?), pokoknya top abis deh. Sebaliknya inferior mungkin ada yg mengartikan sebagai: Jelek (minimal ngga bagus-bagus amat), kecil, ecek-ecek, amatiran, abangan, looser, yah pokoknya gitu deh.. you know lah, jelek! :)

Apakah selalu superior lebih unggul dibandingkan dengan inferior? Apakah semua orang atau hal harus menjadi superior? Kalo menurut saya jawabnya adalah tidak. Tidak selalu superior lebih unggul dari inferior, dan tidak semua harus menjadi superior (Kalo semua menjadi 'superior' pasti dikelompok itu ada juga yang 'inferior').

Dalam bahasan Managerial Economics disebutkan jika faktor lainnya tetap (ceterus paribus), dan pendapatan/income meningkat, maka demand terhadap suatu barang normal akan naik sedangkan terhadap barang inferior akan turun. (Bener ngga sih?) Jika yang terjadi adalah hal sebaliknya, income turun, maka demand terhadap barang inferior akan naik. Nah dari sini dapat dikatakan bahwa kadang dalam posisi inferior ada nilai lebihnya. Jadi inget kalo Pak Prof.Sumirat bilang bisnis yang tak pernah mati adalah bisnis retail (supermarket), karena dia selalu menyediakan barang superior/normal dan juga barang inferiornya.

Dalam suatu kompetisi, kadang dalam posisi yang underdog juga mempunyai daya saing yang lebih. Tim seperti underdog, Yunani atau checko dalam piala Eropa, ternyata dapat mencetak prestasi yang lumayan bagus dibanding Inggris. (Bener nga sih?). SBY yang dikasih lebel inferior (jendral cengeng?) oleh TK, akhirnya mendapat simpati yang dapat membawanya ke putaran 2 pilpres. Kaya'nya masih banyak lagi deh kasus yg mirip2 ini. Delon (Indonesian Idol) yang dicap underdog oleh Juri, ternyata mampu ke grand final... hehehe pengamat juga ya?

So. Moral yang didapat adalah kadang menjadi inferior sama bagusnya dengan menjadi superior (tapi 1 banding 1000 kali ya?) So kalo ada yang mengatakan kalo kamu tuh Jelek, endut, O-on, kerempeng, Telmi, jangan ngambek atau marah.. siapa tau dibalik itu semua ada nilai positifnya... ya minimal dapat pacar yang baik, cakep, pinter... kaya lagi. Ya ngga alvin..? Hehehhe


Jika tidak ada jika

Bingung ya baca title nya? Begini.. kapan hari pas dijalan, sempat ada ide (sampai kedengeran bunyi 'ting' nya) bagaimana seandainya ngga ada 'jika'. Kata 'Jika' dalam kehidupan sehari-hari lebih dekat pengertiannya kepada hal pengandaian, yang berarti bisa terjadi dan bisa pula tidak.

Dalam dunia IT, lebih spesific lagi di dunia software, phrase 'jika' atau 'if' merupakan phrase yang sangat berperan dalam proses flow control jalannya aplikasi. Statement yang menjadi operand atau yang diuji kebenarannya oleh 'if' akan selalu benar (true) atau salah (false). Ups, jadi inget filem "Meet the parents" kmrn yg ada adegan kocaknya waktu si camer (calon mertua) yang anggota FBI menginterograsi calon menantunya agar menjawab "Ya" atau "Tidak" saja sambil dipegang kedua tangannya. Hehehe

Kembali ke software tadi, jika tidak ada 'jika', artinya jalannya aplikasi tidak dapat dikontrol; lebih spesific lagi dapat dikatakan aplikasi tidak dapat berjalan. (Sorry,) jadi inget lagi kata temen saya (Idam Satria), yang berkata kalo semua bahasa pemrograman tuh gampang, selama masih ada 'if' disitu.

(Kembali ke bagian sebelumnya). Jika aplikasi tidak dapat berjalan, berarti sama artinya tidak ada aplikasi (software). Anda dan saya tidak dapat browsing, chatting. Tidak juga dapat pelayanan yang memuaskan dari layanan perbankan. Mungkin kita akan menabung seperti jaman nemo kita: di bawah bantal! Kita juga tidak kenal apa itu SMS, HP, nonton TV, waifi dengan blututnya; Tidak juga dapat terbang dengan pesawat... wis pokoke kumplit-plit. Dan akibatnya hidup anda dan saya (minimal) menjadi datar.

Dan perhatikan pula, jika memang tidak ada 'Jika', Lebih ekstrim lagi, anda semua mungkin tidak dapat menerima/membaca message (tulisan) ini jika tidak ada 'jika'. Dan kalaupun bisa, tulisan ini menjadi tidak ada (judulnya). Judul yang berbunyi 'jika tidak ada jika', jika (jika lagi..) 'jika' nya dibuang kan menjadi: 'tidak ada'. Nah anda bingungkan jika (jika lagi..) judulnya 'tidak ada'?

Nah.. untung kan ada si 'jika'. HHmmm. ILU jika... muachh..

(Bener juga:) I hate monday

Kemarin bener2 hari yang melelahkan. Bener juga ada yg bilang "I hate monday!". Pagi hari macet. Siang hari nunggu-nunggu Test script dengan telkomsel untuk transaksi pembelian voucher, baru bisa test script jam 3. Udah gitu ada masalah lagi! Sorenya jam 6 kurang dari Senayan ke Slipi, macet-cet, nyampe jam 7 kurang 1/4. Habis sholat maghrib, di kantin dibilangin Ika kalo hari ini jadi UTS Teori Organisasi. (Bukannya kmrn Pak Sony bilang hari ini mau review semua bab..?) Ternyata bukan cuman aku yg panik. Semuanya juga (100%) pada ngga siap alias ngga tau. Yawdah, tetep aja UTS. Walaupun Open-book, tetap aja kami glagepan.. bleep..vbleep. Hah! Masih kerasa capeknya pagi ini.